Posts

2020 | Awal 2020

Image
Saya memulai 2020 dengan....

BUDAYA ACEH : CARA LAIN MENCINTAI RENCONG

Image
Cerita Awal. Aceh merupakan daerah yang penuh dengan kegemilangan sejarah. Mulai dari sejarah kerajaan Islam yang mendunia pada abad pertengahan hingga perang yang tidak kunjung reda dari akhir abad 20 hingga awal abad 21. Orang Aceh gemar berperang, katanya begitu. Orang Aceh sering mengistilahkan, “prang nyan lagee ta pajoh bulukat” yang artinya perang itu ibarat memakan nasi ketan. Dalam budaya Aceh khususnya makan nasi ketan adalah sebuah kewajiban dan dilakukan secara terus menerus. Dan berhenti jika kenyang saja. Setelah itu makan dan makan lagi. Tidak ada jeda yang terlalu lama. Karena orang Aceh menyukai peperangan tentunya ada alat yang digunakan untuk berperang seperti rencong, pedang, tombak, dan lain sebagainya. Yang menarik cerita adalah penggunanaan rencong sebagai senjata perang dan kini menjadi senjata khas Aceh. Selain itu juga, julukan Aceh ditasbihkan menjadi Tanoh Rincong (dibaca:Tanah Rencong). Zaman sudah berubah, perang sudah usai sehingga fungsi rencong pu...

BUDAYA ACEH; CARA LAIN MENCINTAI RAPA'I

Image
Sejarah Singkat Rapa'i Budaya Aceh yang satu ini sudah sangat masyhur seantero Nusantara bahkan dunia dan dikenal sebagai bagian dari alat musik perkusi Aceh. Alat ini menjadi simbol dakwah syiar Islam dimasa lampau. Nama alat tersebut adalah Rapa’i. siapa yang tidak kenal rapa’i. dari balita hingga dewasa pasti mengenal yang namanya rapa’i.  Rapa’I menurut sejarah masuk ke Aceh melalui penyebaran Islam di Pasai pada sekitar abang ke-13. Kesenian rapa’i ini dibawa oleh Syeh Abdul Qadir Jailani yang meneruskan ajaran tasawuf daripada Syeh Ahmad Rifa’i yang berasal dari Baghdad, Irak. Oleh sebab itu maka tidak aneh jika penabalan nama belakang syeh Ahmad Rifa’I menjadi nama kesenian ini, yaitu rapa’i. Pada zaman itu rapa’i menjadi media strategis bagi pengembangan agama Islam dan kebudayaan yang langsung dipraktekkan dalam berbagai aktivitas kebudayaan dan agama. Kesenian rapa’I ini difugsikan sebagai media penyemarak setiap acara yang berhubungan dengan keagamaan seperti meudike ...

Ra, Kita Harus Bercerita Lagi

Ra, lama sudah kita tidak berjumpa. Namun itu tidak berarti rasaku padamu luntur begitu saja. Janji setia dihadapan Orangtuamu dan Yang Maha Kuasa masih ku jaga dengan sebaiknya. Kamu musti percaya apa yang aku ceritakan tadi. Aku masih di sini, setia dengan janji dan kisah ini. Ra, sejak kepergianmu tidak ada lagi kopi yang menghangatkan malamku. Tidak ada lagi tepukan manja dibahuku yang kau layangkan secara tiba-tiba ketika hatimu cemburu.

Komunitas Hijau

Komunitas Yang Punya Concern Spesifik Terhadap Lingkungan di Banda Aceh adalah sebagai berikut: 1. Earth Hour 2. Kophi aceh 3. Pelajar Cinta Lingkungan 4. Sahabat Hijau 5. Forum Duta Lingkungan Aceh 6. Persatuan Pemuda Peduli Lingkungan Aceh 7. GenBi 8. Sahabat WALHI 9. Sobat Bumi 10. Rumput liar

Entah, Dampaknya Apa?

Kamu tahu tidak bagaimana rasanya; Terjebak Perasaan dan Mencintai Dalam Diam? Ku rasa kamu tidak akan pernah tahu bagaimana lezatnya dua firkah ini. Pertahankan semampunya, Lepaskan seikhlasnya.

Pengorbanan

Masih sangat tajam ingatanku tentang bagaimana kau memaksakan diri untuk meneguk kopi panas kesukaanku. Bagimu mungkin itu namanya pengorbanan tapi bagi aku pemaksaan kehendak. Karena pengorbanan tidak tidak harus menyukai apa yang kita kagumi suka. Karena kagum dan "cinta" itu bukan masalah keseragaman tapi kelengkapan. Itu saja.

Harapan

Image
Dari setiap langkah, aku hanya percaya satu hal. Aku masih punya harapan. Itu saja. Aku berjalan, lalu berhenti sejenak. Aku mulai merangkak lagi, sedikit demi sedikit. Memulai dari nol menuju satu dua tiga. Dan lagi lagi aku tidak percaya pada satu hal, pada ketidakmampuan. Itu hal yang ku benci. Kamu tahu, mempercayai ketidakmampuan adalah mempersempit kemungkinan yang mungkin mulai tumbuh. Karena harapan menumbuhkan banyak kemungkinan-kemungkinan untuk menjadi kenyataan.

Doa - Doa yang Belum Usai

Image
Adalah sikap dan tabiatmu yang anggun sehingga membuatku gagal mengendalikan perasaan yang kebetulan ku kunci rapat untuk sosok berwujud perempuan. Namun kamu berhasil menghancurkan kunci itu. Aku tidak bisa membendung rasa dan sikapku terhadapku. Ini gila, menurutku. Kamu tahu tidak, dalam beberapa kesempatan aku menyempatkan diri untuk memandangmu dalam-dalam hingga hilang dalam keramaian. Selain itu pula, kamu mungkin sudah membuatku gagal menahan perasaan tapi aku tetap bisa menempatkan perasaanku sebagai teman, saudara juga sebagai calon pendamping hidup didalam dunia nyata. Di balik kegelisahan itu, aku menyempatkan diri untuk selalu menyelipkan beberapa untaian doa kepada Penguasa hati. *** "Semoga Engkau memperkenalkan aku dengannya, Ya Rabb", adalah doa pertama yang ku panjatkan ketika pertama kalinya aku menatap wajahmu di bawah pohon cemara itu. Kamu sudah barang tentu tidak mengenalku kala itu karena kamu masih sangat belia. Kamu pasti terheran dan bertanya-tany...

Napak Tilas ke Museum Aceh dan Makam Iskandar Muda

Image
Tepat pada tanggal 21 November 2015, saya dan teman-teman melakukan tugas kunjungan lapangan yaitu ke museum Aceh. Kunjungan ini sudah direncanakan sejak tiga hari sebelumnya, yaitu pada hari rabu tanggal 18 November 2015. Pada saat berdiskusi tentang waktu kunjungan banyak yang memberi pendapat masing-masing hingga pada akhirnya di pastikan kunjungan dilaksanakan pada hari sabtu tersebut. Kami merencanakan keberangkatan pada pukul 02.00. sebelum berangkat saya melakukan beberapa persiapan seperti menyiapkan buku tulis dan pulpen untuk menyiasati hal-hal yang tidak diinginkan. Tepat pada pukul 01.00, saya bertanya kabar dati teman-teman yang lain apakah mereka sudah berangkat atau belum. Rupanya beberapa dari mereka sudah berangkat duluan. Tinggallah beberapa mahasiswi yang kebetulan pergi bersama dosen pembimbing. Saya sempat berdikusi kembali dengan beberapa mahasiswi di sana perihal perlengkapan apa saja yang harus disiapkan sebelum keberangkatan. Saya juga menanyakan apakah k...

Surat Untukmu Perempuan Yang Tercecer

Image
I Untuk kamu perempuan yang tidak pernah bosan-bosan menggangu ketenangan hidupku. Hidupmu tidak lebih hanya sebagai benalu dalam tubuhku. Kamu selalu menjadi momok terbesar bagiku. Minggu depan, tepat empat bulan penuh kamu membuatku kejang-kejang, mati pelan-pelan. Aku tidak tahu apakah kamu sadar perihal tingkah bangsatmu. Aku benar-benar tidak tahu. Menurut penglihatanku kamu sangat menikmati peranmu dalam menghancurkanku. Dalihmu selalu ingin disayang seperti orang lain. Dalihmu meminta keadilan. Eh, malah kamunya yang tidak sadar diri. Keadilan itu menurut porsinya lho. Adil itu bukan masalah dua di bagi dua sama dengan satu. Keadilan itu masalah memantaskan diri untuk di-adil-kan. Ku rasa kamu sangat “gagal paham” tentang yang aku katakan. Ku jelaskan beribu kali pun kamu tidak sanggup menjangkau. Karena nafsu bejatmu sudah menutupi nuranimu selaku perempuan dan manusia merdeka.              Eh aku lupa sesu...

Akhirnya, Ra

Image
Ra, beberapa hari yang lalu aku menyempatkan diri untuk membaca chat lama kita. Masih terlihat utuh bagaimana masa awal kita berkenalan. Waktu itu aku ingat betul bagaimana fesbuk mencengkeram malam-malam kita. Di mulai dengan ucapan salam, seolah-olah aku seorang alim padahal dhalim, kala itu. Alhamdulillah sekarang, berkat kamu aku sudah jauh sedikit baik. Ra, banyak hal-hal yang terngiang kembali, lho. Semisal ketika sering bersama dan menjadi bahan tertawaan teman sekantormu. Nah, kita bisa apa kan. Jalani aja apa yang masih bisa di jalani. Ra, selanjutnya ada sekali waktu kita tidak lagi berhubungan, entah karena akunya yang kurang perhatian atau kamu nya yang sudah sangat sibuk dengan tugas yang menumpuk. Aku, saat itu, mulai mundur teratur, mungkin juga kamu berpikiran yang sama dengan pilihanku. Tapi ya Alhamdulillah pada akhirnya untuk pertama kalinya setelah sekian tahun kita bisa melakukan napak tilas dengan jalan-jalan yang masih sama seperti dulu. Kamu pura-pura k...

Ra, Dengarkanlah Saja XX

Image
Ra, kamu ingat tidak penggalan lagu iklan salah satu produk pembersih wajah kaum hawa suatu masa dulu. Kalau kamu lupa, boleh aku tirukan lagi, kira-kira begini, “Walau badai menghadang, ingatlah ku kan selalu setia menjagamu, berdua kita lewati jalan yang berliku tajam.” Kamu sudah ingat sekarang? Yang kamu perlu tahu, setiap aku memutar memori tentang lagu itu, aku selalu ingat jerawatmu 10 tahun yang lalu. Ah, Ra jangan kau pukul aku begitu, sakit tahu. Aku bercanda kok. Kamu mau tahu yang sebenarnya? Setiap aku mendengar lagu itu, aku secara teratur mengucapkan syukur kepada Tuhan atas pertemuan yang dihadiahkan untuk kita. kamu tentu sangat paham kan bagaimana kondisi emosional aku yang kadang-kadang tidak stabil. Sepertinya aku sudah menceritakannya sekali waktu di awal pertemuan kita. kamu sudah banyak mendewasakan aku dan yang lebih penting engkau punya andil dalam mendekatkan aku kepada Pencipta kita. Ya, itu yang paling penting, Ra. Terima kasih, Ra. Ra, aku teringat sat...

Ra, Dengarkanlah Saja XIX

Image
Ra, aku cuma mau mengingatkan kalau hari ini sepuluh tahun yang lalu kita saling bertukar pandang. Kamu melihat ke arah barat aku melihat ke arah timur, lalu kornea mata kita berjumpa pada titik yang sama yaitu keyakinan dan keikhlasan. Kita membangun hubungan kala itu sangat tidak mudah. mulai dari sikap temperamen aku yang tidak karuan dan juga kadar kecemburuan kamu yang luar biasa. Aku bisa memaklumi itu, karena kita sama-sama berada pada ego masing-masing yang masih tinggi. Apalagi saat beberapa hari sebelum aku melamarmu, aku sempat kebingungan dan aku hendak ingin pergi lagi. Kamu ingat kan peristiwa bodoh itu. Terkadang aku memang benar-benar bodoh pada banyak hal, Ra. Harap maklumi saja ya. Ra, kamu tahu tidak berapa besar sikap respek aku terhadapmu ketika aku berjumpa denganmu dulu. Sikap respek ku terhadapmu sangat besar hingga aku tidak berani berbicara bertatap wajah denganmu. Aku tidak tahu mengapa itu terjadi. Mungkin kamu lebih dewasa daripada aku, Ra. Anggap saja beg...

Ra, Dengarkanlah Saja XVII

Image
Ra, kangen kamu boleh? Sayang sama kamu boleh? Sayang seperti ketika jumpa dulu. Ketika kita sama-sama menyembunyikan rasa rindu berbulan-bulan. Kamu ingat tidak ketika kamu mengantarkan aku makan malam berisikan daging rendang itu. Ingat tidak? Aku masih sangat ingat peristiwa bersejarah itu lho . Kamu mengirimkan aku pesan singkat yang hingga beberapa lama masih ku simpan. Dan pesan singkat itu terhapus ketika ponsel serba bisa yang ku miliki menemui ajalnya. Hehehe. Eh, Ra, aku hampir punya kerja tetap lho, tapi masih tetap sebagai buruh, bukan pemimpin. Tak mengapalah, asalkan kerja kita halal kan Ra? Ra, ada satu cerita yang ku alami jauh sebelum aku mengenal kamu. Ini tentang teman kelasku yang diam-diam juga kami saling jatuh cinta. Awalnya kami memang tidak saling mengenal hingga suatu hari kami dihadapkan pada kenyataan untuk bekerja sama dalam tugas kelompok. Namanya juga pelajar kan. Pasti ada banyak tugas dari dosen. Nah, ini adalah awal mula kedekatan kami. Setah...

Takengon Part I

Image
Kali ini perjalanan kami menuju negeri Antara yaitu tanah Gayo. Gayo yang kalau dalam bahasa Denmark berarti Negeri Yang Indah. Saya juga baru tahu dari salah satu teman Facebook juga. Sedangkan dalam bahasa Spanyol Gayo, itu berarti yang menarik perhatian. Maka dari itu tanah Gayo menarik perhatian saya untuk bisa menginjakkan kaki di sana. Nah untuk trip ke tanah Gayo persiapannya lumayan lama. Kalau tidak salah sekitar 2 hari. Ini disebabkan untuk mengumpulkan beberapa orang hingga akhirnya kami sepakat untuk jalan dengan mobil berenam. Tujuan utamanya adalah untuk jalan-jalan. Kami menempuh perjalanan sekitar 6 jam karena ada beberapa tempat yang kami singgah sebelum sampai ke sana. Dan akhirnya kami sampai di sana menjelang magrib dan langsung singgah di masjid di kota Takengon. Shalat magrib? Sudah pasti.  Berikut adalah oleh-oleh dari tanah Gayo. Sebelum Zaman Selfie, fotonya ya begini.  Titik fokusnya itu, gunung dibelakang kami. Saat itu hujan l...

Ra, Dengarkanlah Saja XVI

Image
Ra, sudah lama sekali aku tidak berbagi cerita denganmu kan. Entah itu karena kita terlalu sibuk atau kamu yang selalu tidur terlalu cepat beberapa minggu ini. Aku kesepian lho , Ra. Tidak ada kawan cerita. Ah, tak mengapa lah, aku sangat memberi pengertian akan hal itu. Tidak menjadi soal, karena kamu sudah sangat baik bagiku. Aku harus banyak mengalah dan berusaha sabar. Karena yang aku tahu, kealpaanmu berarti ada kesalahan pada diriku pribadi. Aku harus menjaga eksistensi egoisme harus tetap di bawah rata-rata. Benar kan Ra? Untuk malam ini kita minum teh hangat saja. Dan tadi, ada ku belikan gorengan tahu dan tempe kesukaanmu di masa gadis dulu. Sepertinya sudah sedikit dingin. Kamu ambilkan saja dulu. Nanti kita celupin ke teh buatanmu. Terima kasih, Ra. Sekarang aku mau melanjutkan ceritaku yang tertunda itu. Sebelumnya lihat dulu ke awan sana, ada beberapa bintang yang tersenyum padamu. Ra, dulu lama sekali ketika aku mulai jalan-jalan ke beberapa kota aku bertemu de...