Posts

Showing posts with the label Surat

Doa - Doa yang Belum Usai

Image
Adalah sikap dan tabiatmu yang anggun sehingga membuatku gagal mengendalikan perasaan yang kebetulan ku kunci rapat untuk sosok berwujud perempuan. Namun kamu berhasil menghancurkan kunci itu. Aku tidak bisa membendung rasa dan sikapku terhadapku. Ini gila, menurutku. Kamu tahu tidak, dalam beberapa kesempatan aku menyempatkan diri untuk memandangmu dalam-dalam hingga hilang dalam keramaian. Selain itu pula, kamu mungkin sudah membuatku gagal menahan perasaan tapi aku tetap bisa menempatkan perasaanku sebagai teman, saudara juga sebagai calon pendamping hidup didalam dunia nyata. Di balik kegelisahan itu, aku menyempatkan diri untuk selalu menyelipkan beberapa untaian doa kepada Penguasa hati. *** "Semoga Engkau memperkenalkan aku dengannya, Ya Rabb", adalah doa pertama yang ku panjatkan ketika pertama kalinya aku menatap wajahmu di bawah pohon cemara itu. Kamu sudah barang tentu tidak mengenalku kala itu karena kamu masih sangat belia. Kamu pasti terheran dan bertanya-tany...

Surat Untukmu Perempuan Yang Tercecer

Image
I Untuk kamu perempuan yang tidak pernah bosan-bosan menggangu ketenangan hidupku. Hidupmu tidak lebih hanya sebagai benalu dalam tubuhku. Kamu selalu menjadi momok terbesar bagiku. Minggu depan, tepat empat bulan penuh kamu membuatku kejang-kejang, mati pelan-pelan. Aku tidak tahu apakah kamu sadar perihal tingkah bangsatmu. Aku benar-benar tidak tahu. Menurut penglihatanku kamu sangat menikmati peranmu dalam menghancurkanku. Dalihmu selalu ingin disayang seperti orang lain. Dalihmu meminta keadilan. Eh, malah kamunya yang tidak sadar diri. Keadilan itu menurut porsinya lho. Adil itu bukan masalah dua di bagi dua sama dengan satu. Keadilan itu masalah memantaskan diri untuk di-adil-kan. Ku rasa kamu sangat “gagal paham” tentang yang aku katakan. Ku jelaskan beribu kali pun kamu tidak sanggup menjangkau. Karena nafsu bejatmu sudah menutupi nuranimu selaku perempuan dan manusia merdeka.              Eh aku lupa sesu...

Akhirnya, Ra

Image
Ra, beberapa hari yang lalu aku menyempatkan diri untuk membaca chat lama kita. Masih terlihat utuh bagaimana masa awal kita berkenalan. Waktu itu aku ingat betul bagaimana fesbuk mencengkeram malam-malam kita. Di mulai dengan ucapan salam, seolah-olah aku seorang alim padahal dhalim, kala itu. Alhamdulillah sekarang, berkat kamu aku sudah jauh sedikit baik. Ra, banyak hal-hal yang terngiang kembali, lho. Semisal ketika sering bersama dan menjadi bahan tertawaan teman sekantormu. Nah, kita bisa apa kan. Jalani aja apa yang masih bisa di jalani. Ra, selanjutnya ada sekali waktu kita tidak lagi berhubungan, entah karena akunya yang kurang perhatian atau kamu nya yang sudah sangat sibuk dengan tugas yang menumpuk. Aku, saat itu, mulai mundur teratur, mungkin juga kamu berpikiran yang sama dengan pilihanku. Tapi ya Alhamdulillah pada akhirnya untuk pertama kalinya setelah sekian tahun kita bisa melakukan napak tilas dengan jalan-jalan yang masih sama seperti dulu. Kamu pura-pura k...

Ra, Aku Kangen (Surat Cinta Untuk Ra)

Image
Ra, aku kangen sekangen-kangennya lho. Ingin rasa hati untuk menangis, tapi tiada erti, Ra. Kamu tahu tidak, tidak mudah lho berpisah dengan kamu. Tidak ada kopi buatanmu. Tidak ada ledekan mesra dengan sedikit bumbu cemburu yang kau siratkan dari wajahmu. Ra, kamu baik-baik saja kan di sana? Aku di sini menikmati purnama kali ini sendirian. Tepatnya di emperan toko sambil menengadah kepala di sela-sela gedung pencakar langit metropolitan. Ra, kamu ingat tidak ketika awal mula kita melihat purnama berdua? Waktu itu lho, ketika sebelum pesta sederhana kita. Ketika awal minggu kita menikah. Aku pernah bilang kalau ditengah-tengah bulan itu ada wajahmu. Kamu pun tersenyum sipu. Saking senangnya kamu, tiba-tiba kau kecup keningku. Ingatanku masih tertuju pada moment itu, Ra. Ra, kamu baik-baik saja kan di sana? Aku khawatir Ra. Apalagi saat purnama begini. Ra, kamu juga melihat purnama yang sama, bukan? Ku harap kamu menyempatkan diri untuk menikmati cahaya temaram purnama sejenak walaupu...