Posts

Showing posts with the label Realitas

Jaga Hatimu Untuknya

Image
Sekali waktu, ketika menginjakkan kaki di Mesjid Negara Malaysia, terlintas dalam benak saya yang paling dalam untuk menggandeng istri untuk shalat bersama di sana. Keinginan yang dalam itu kemudian membuncah lagi ketika secara tiba-tiba terlintas juga wajah si calon ibu untuk anak-anak saya tersebut. Saya sering memanggilnya dengan sebutan.... Setelah menyelesaikan shalat beberapa saat kemudian, tanpa terasa airmata saya jatuh berlinang. Tanpa bisa di tunda. Saya langsung mengucapkan beberapa patah ayat dan doa, semoga Allah mempermudah jalan menuju kesana. Saya tetap yakin dan percaya. Karena Allah punya rencana yang luar biasa. Jaga hatimu untuknya. Kuala Lumpur, 2 Maret 2015.

Cerita Teman

Image
Dokumen Pribadi Waktu membawa perubahan besar kepada kami. Dulu, sekarang, dan esok. Kami tidak menyapa, kemudian menyapa. Dan kembali lagi tidak menyapa. Dan pada akhirnya kami tetap ingin menyapa. Kami selalu merasa kurang jika salah satu diantara kami hilang. Terkadang kami ingin pada satu waktu berkumpul hanya untuk berbagi cerita. Kami selalu rindu masa itu. Dimana kami berkenalan kemudian menjadi sebuah keluarga. Kemudian kami di biarkan pergi masing-masing. Bahkan ketika bertemu hanya tersenyum tidak menyapa seperti dulu. Tidak ada waktu walau hanya untuk secangkir minuman. Kami merasa tidak butuh bahkan tidak ingin menyapa lagi. Kami selalu beranggapan diri benar sendiri tetapi tetap saja kami rindu dimana kami saling berbagi. Kami teman, kami sahabat, kami saudara dan kami musuh, namun kami tidak pernah membenci, dan tibalah saat dimana kami saling merasa hilang. Kami merasa ada yang kurang. Kami merasa sesuatu dari kehidupan kami pergi. Kami merasa bagian dari di...

Selamat, Husnul.

Image
Sumber Gambar : Dok. Pribadi Husnul Khatimah Surat ini ku tulis untuk kamu pelita desa yang tak mau menyerah untuk memperdulikan keadaan anak bangsa. Tidak banyak anak muda sepertimu yang mau untuk mengambil bagian memikirkan nasib anak-anak penerus urat nadi untuk pembangunan daerah. Seorang intelektual yang aku lupa namanya pernah berkata, untuk memajukan suatu daerah kita harus membangun sumber daya manusia. Dan jalan satu-satunya adalah melalui peningkatan pendidikan. Dan kamu melakukannya dengan baik. Banyak orang mungkin menilainya kamu sudah gila. Dan menurutku kamu benar-benar gila. Karena kamu membenamkan dirimu untuk benar-benar gila demi pendidikan anak-anak di tempatmu. Bagi ku dan banyak teman-teman seumuran denganmu, kamu adalah representatif anak bangsa yang tidak mengenal lelah demi meraih cita-cita luhur. Cita-cita luhur untuk meningkatkan kualitas dan daya saing anak bangsa kelak. Tidak sedikit keringat yang kau peras, juga tidak sedikit air mata yang kau tumpa...

Ospek, Move On Donk!!!

Image
Source Image :  gambar-gambar--lucu.blogspot.com Orientasi Pengenalan Kampus adalah hal seakan wajib untuk di ikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Acara ini merupakan awal bagi MaBa untuk mengenal kehidupan baru mereka yaitu kuliah di kampus dengan teman dan suasana baru. Secara teori, Ospek sangatlah penting bagi setiap MaBa. Saya juga selaku salah satu kakak tertua di jurusan, sangat mengapresiasi akan adanya orientasi ini. kemudian pertanyaan muncul, OSPEK yang bagaimana sih?  Apa Ospek yang  mainstream  yang saban tahun kita lihat ? Ataupun ospek yang arahnya lebih ke orientasi pengenalan pendidikan di awal masuk kuliah? Menurut saya ada dua klasifikasi Ospek yang ada di tempat saya kuliah yaitu sebagai berikut: A. Ospek Mainstream Yang dimaksud dengan terminologi Ospek Mainstream adalah format acara yang begitu-begitu saja. Ospek Mainstream adalah ospek yang sejak tahun 90an hingga sekarang yang hanya melahirkan lagu “potong bobok ongso” sebagai hukuma...

Teruntuk Kamu

Image
http://suratcintabuathesty.blogspot.com Salam‘alaikum Adinda. Aku sudah lama merenung di akhir malam. Sudah lama beristikharah di sudut ruangan. Memohon di hadirkan sang intan oleh Tuhan pemilik alam. Sudah sangat sering berhajat dengan menjual beberapa tempat sebagai imbalan harap. Aku mungkin terlalu lelah menanti. Terlalu jauh berharap. Terlalu takut untuk memutuskan. Menindaklanjut setiap kemungkinan yang ada untuk kehidupan kita berdua. Adinda, aku ceritakan sedikit harap nanti jika bersamamu kelak. Aku menggantung asa, kita akan bahagia. Kita akan berkelana sampai ke ujung dunia. Bukankah hijrah adalah satu dari sekian tujuan kita. Seingatku, sudah ku cerita di perjalanan sebuah masa. Masih ingatkah engkau dinda. Atau barangkali kau sudah lupa. Aku ambil sedikit waktu untuk membuat reka ulang atas impian kita. Kamu tentu tahu, Eropa, Amerika juga Asia. Negara-negara yang memberi nafas baru untuk anak cucu kita. Kita selalu menengadahkan harap untuk terbang ke sana. Be...

Abang Gitu Orangnya

Image
Source Image : VampireMage.jpg Abang dek, kalau ada mana ada langsung abang kasih, Abang dek, kalau ada mana ada langsung abang datang. Abang dek kalau ada mana ada langsung abang tumbok dia. Abang dek, kalau ada mana ada langsung abang habisin dia. Abang dek, kalau ada mana ada, bilang terus apa adanya. Abang dek, kalau udah suka bilang terus, gak malu-malu. Abang gitu orangnya. Abang dek, kalau bukan dilapangan Tugu, gak mau pacaran dek. Abang gitu orangnya. Abang dek, kalau bukan ke alue naga liat sunset, gak asi dek. Abang gitu orangnya. Abang dek, kalau bukan dengan cewek cantik pacaran, mana ada, balikin uang. Abang gitu orangnya. Abang dek, kalau bukan rokok Mild, gak mau ngerokok dek. Abang gitu orangnya. Abang dek kalau bukan naik Ninja gak mau temenan. Abang gitu orangnya. Abang dek, kalau bukan celana Levi’s, bukan celana namanya. Abang gitu orangnya. Abang dek, kalau udah ngopi lupa semuanya. Abang gitu orangnya. Abang dek,...

Teman Seperngopian 1

Image
Dear teman seperngopian, saya mengenalmu memang hanya beberapa saat saja. Mulai dari kamu duduk, memesan kopi pada barista, menyeruput kopi beberapa saat. Juga beberapa menit berkelakar hebat. Masih hanya dalam hitungan menit. Tidak lebih dari itu. Kamu pun tahu itu. Memang benar saya mengenal kamu secara lahiriah masih dalam hitungan menit. Dear teman seperngopian, seruputan ko pi dan canda tawa berbalut kelakar ria yang kau bawa, membuat saya mengenalmu serasa sepuluh tahun lamanya. Itu secara bathiniah. Kau boleh menampik dengan kata-kata. Namun sikap dan pergerakanmu tidak bisa menipu. Pola pikir yang tersingkap memalui gaya dan intonasi bicaramu tidak bisa menutupi. Tak perlulah saya menginterogasi bak polisi. Tak perlu lah saya memasang mata-mata, karena jauh di dalam binar matamu memperlihatkan siapa kamu sebenarnya. Dear teman seperngopian, jujurlah saja Teman. Engkau itu barang pasaran. Barang yang bergelantungan di etalase pasar loakan. 

Kuphie Khop

Image
  Kali ini saya mencoba untuk berbagi tentang  sedikit pengalaman ketika menginjakkan kaki di negeri Johan Pahlawan, Meulaboh. Teuku Umar adalah salah satu tokoh pelaku sejarah yang sangat populis di sini. Hampir semua orang Indonesia tahu tentang pahlawan yang satu ini. Walaupun tidak semua mengenal asal pahlawan nasional yang  satu ini. Atau paling tidak pernah di baca di buku sejarah kelas 2 SMP semasa kecil dulu. Mengapa saya katakan tidak semua orang Indonesia tahu tentang Teuku Umar (walaupun menjadi salah seorang pahlawan nasional)? Menurut cerita salah seorang teman saya yang berlibur ke Bali, dia tidak sengaja bertanya tentang Teuku Umar pada salah seorang warga di Bali. Bukan tentang Teuku Umar secara spesifik, namun tentang Jalan Teuku Umar. Kira-kira begini percakapan.             “Ada juga Jalan Teuku Umar disini ya, Bli?” tanya teman saya.          ...

Perjalanan

Image
Hari ini kita masih berdiri disini. Di sudut pemakaman tempat kita bersembunyi dan berbagi kretek. Di perempatan lampu merah kota Lhokseumawe tempat kita menikmati segelas kopi dan judi bolanya. Di sisi utara lapangan Hiraq tempat kita berbagi kasih cinta monyet yang tak ingin di padamkan. Di jalan Darussalam tempat kita habiskan waktu luang dan Playstation menjadi teman. Juga di riuhnya pantai Ujong Blang, kita pernah menyemai beberapa botol minuman hingga luput dari bayaran. Bukan tanpa alasan, pastinya karena kemahalan. Hingga angin membawaa kita ke salahsatu lampu merah simpang Tugunya. Tepat di depan suzuya. Kita berdiri menyusuri jalanan sepi. Jalan samudra baru tempat permainan yang di tuju. Sekedar nonton bola adalah hal yang seru. Sedikit taruhan untuk melepas penat rindu. Kita terus menyusuri ruang waktu. Banda Aceh adalah tujuan nomor satu. Kita berdiri melihat tingginya kubah dan menara masjid raya. Salah satu peninggalan sejarah katanya. Melihat-lihat bukti pengkhiata...

Siapa Mereka ?

Image
Teman, apa kabarmu hari ini. Aku sudah lama tak bersua di beranda ini. Mungkin aku lupa bertegur dengan tuts keyboard laptop mungilku. Aku merasa jenuh. Merasa susah untuk memulai apa yang sudah ku tinggalkan. Tidak begitu lama. Namun tetap susah untuk dimulai lagi. Seperti skripsi, kalau sudah di tinggalkan, ya selamat tinggal. Wisuda juga hanya tinggal hafalan kata di bibir mahasiswa. Namun bukan itu yang menjadi khabaranku untuk soalan kini.             Aku tidak berbicara tentang skripsi apalagi wisuda. Apa karena aku sudah wisuda ? Tentu bukan. Aku sedang akan wisuda sehingga lekas menjadi sarjana. Aku hendak berbagi khabaran tentang siapa mereka yang menjadi sandaran kita. Siapa mereka yang menjadi penasehat pribadi di dalam dada. Kita tentunya sudah sangat berumur untuk menelaah soalan ini. Kita mungkin sudah banyak melalu asam pahitnya memelihara rasa.             ...