Posts

Showing posts from June, 2015

Ra, Dengarkanlah Saja VIII

Image
Ra, tak terasa puasa sudah memasuki bilangan hari ke 12. Esok lusa kita sudah bisa kembali menikmati purnama seperti biasa. Dulu sebelum aku menikahi kamu, aku sering berjalan ke beberapa tempat untuk bisa menikmati indah temaram sang purnama. Tentunya aku selalu ditemani oleh seseorang di tanah jauh. Dia yang ku kenal secara tidak sengaja pada acara tahunan kampusku. Aku berjumpa dengannya karena aku bertukar kursi dengannya. Kamu tahu kan, aku sering berlagak bodoh tanpa dosa ketika berjumpa dengan perempuan apalagi yang punya citarasa yang sedikit high class. Aku, secara pribadi tidak ingin mengikuti tingkah polah perempuan high class, tapi aku mencari cara supaya dia bisa mengikuti cara hidup yang sederhana. Oke, aku berkenalan dengannya tanpa basa basi dengan nada bahasa ku yang urakan, lebih tepatnya tidak sopan. Dia hanya sedikit tersenyum melontarkan ketidaknyamanan. Aku tidak perduli sedikit pun akan hal itu. Dan seperti yang sudah sudah, pola bahasa urakanku selalu memba

Tentang Dia yang Bersedia Tinggal

Image
Tentang yang pergi dan yang tinggal untuk menemani sisa hidup kita. Kita tidak pernah tahu rahasia tabir itu. Kita hanya akan sadar ketika itu terjadi. Oo, dia rupanya yang bersedia untuk meninggalkan hidupnya yang glamour untuk kita. Oo, dia yang baru beberapa saat mengenal kita, rela meyakinkan ahli keluarganya untuk mengizinkannya merawat sisa harapan kita yang mungkin sempat lenyap. Oo, dia yang selama ini sering menengadahkan tangannya ke Sang Ilahi Rabbi untuk bermunajat kita lah yang akan menjadi pelabuhan akhiratnya. Selaku manusia biasa kita tidak pernah percaya dengan hal-hal di luar dugaan akal sehat kita namun itu nyata terjadi. Dialah yang bersedia tinggal. Dialah yang bersedia menemani kita meneguk manisnya hidup di hari tua. Lambaro, 26062015/09091436

Ra, Dengarkan Saja VI

Image
Sudah lama aku tak lagi bercerita tentang wanita-wanita yang pernah dekat denganku, Ra. Sudah sangat lama malah. Sejak kamu mengikuti ujian akhir semester ini. katamu, aku tidak boleh merusak mood mu untuk belajar demi nilai terbaik. Aku paham itu, Ra. Tapi malam ini, ujianmu kan sudah berakhir. Niatanku, kembali ingin bercerita tentang gadis yang ku kenal di tanah jauh, tanah Jawa. Aku mengenalnya secara tidak sengaja, pada saat berpapasan di pintu keluar bandara. Seperti di FTV yang kita kenal sekarang, sedikit banyaknya ya lebay. Tapi ini nyata lho, Ra. Kami berkenalan, saling tukaran nomor handphone karena kami sama-sama memiliki hape tit-tut. Begitulah awal perjumpaan kami, Ra. Awalnya aku tidak mempunyai perasaan apa-apa. Namun seiring waktu berjalan dan komunikasi yang sangat intens hubungan kami pun semakin akrab. Saking dekatnya, aku pernah sekali waktu bertandang balik ke rumahnya di pulau Jawa sana. Ra, buatkan aku kopi supaya semangat berceritaku bertambah lagi.