Posts

Showing posts from September, 2015

Ra, Dengarkanlah Saja XVII

Image
Ra, kangen kamu boleh? Sayang sama kamu boleh? Sayang seperti ketika jumpa dulu. Ketika kita sama-sama menyembunyikan rasa rindu berbulan-bulan. Kamu ingat tidak ketika kamu mengantarkan aku makan malam berisikan daging rendang itu. Ingat tidak? Aku masih sangat ingat peristiwa bersejarah itu lho . Kamu mengirimkan aku pesan singkat yang hingga beberapa lama masih ku simpan. Dan pesan singkat itu terhapus ketika ponsel serba bisa yang ku miliki menemui ajalnya. Hehehe. Eh, Ra, aku hampir punya kerja tetap lho, tapi masih tetap sebagai buruh, bukan pemimpin. Tak mengapalah, asalkan kerja kita halal kan Ra? Ra, ada satu cerita yang ku alami jauh sebelum aku mengenal kamu. Ini tentang teman kelasku yang diam-diam juga kami saling jatuh cinta. Awalnya kami memang tidak saling mengenal hingga suatu hari kami dihadapkan pada kenyataan untuk bekerja sama dalam tugas kelompok. Namanya juga pelajar kan. Pasti ada banyak tugas dari dosen. Nah, ini adalah awal mula kedekatan kami. Setah

Takengon Part I

Image
Kali ini perjalanan kami menuju negeri Antara yaitu tanah Gayo. Gayo yang kalau dalam bahasa Denmark berarti Negeri Yang Indah. Saya juga baru tahu dari salah satu teman Facebook juga. Sedangkan dalam bahasa Spanyol Gayo, itu berarti yang menarik perhatian. Maka dari itu tanah Gayo menarik perhatian saya untuk bisa menginjakkan kaki di sana. Nah untuk trip ke tanah Gayo persiapannya lumayan lama. Kalau tidak salah sekitar 2 hari. Ini disebabkan untuk mengumpulkan beberapa orang hingga akhirnya kami sepakat untuk jalan dengan mobil berenam. Tujuan utamanya adalah untuk jalan-jalan. Kami menempuh perjalanan sekitar 6 jam karena ada beberapa tempat yang kami singgah sebelum sampai ke sana. Dan akhirnya kami sampai di sana menjelang magrib dan langsung singgah di masjid di kota Takengon. Shalat magrib? Sudah pasti.  Berikut adalah oleh-oleh dari tanah Gayo. Sebelum Zaman Selfie, fotonya ya begini.  Titik fokusnya itu, gunung dibelakang kami. Saat itu hujan lebat. M

Ra, Dengarkanlah Saja XVI

Image
Ra, sudah lama sekali aku tidak berbagi cerita denganmu kan. Entah itu karena kita terlalu sibuk atau kamu yang selalu tidur terlalu cepat beberapa minggu ini. Aku kesepian lho , Ra. Tidak ada kawan cerita. Ah, tak mengapa lah, aku sangat memberi pengertian akan hal itu. Tidak menjadi soal, karena kamu sudah sangat baik bagiku. Aku harus banyak mengalah dan berusaha sabar. Karena yang aku tahu, kealpaanmu berarti ada kesalahan pada diriku pribadi. Aku harus menjaga eksistensi egoisme harus tetap di bawah rata-rata. Benar kan Ra? Untuk malam ini kita minum teh hangat saja. Dan tadi, ada ku belikan gorengan tahu dan tempe kesukaanmu di masa gadis dulu. Sepertinya sudah sedikit dingin. Kamu ambilkan saja dulu. Nanti kita celupin ke teh buatanmu. Terima kasih, Ra. Sekarang aku mau melanjutkan ceritaku yang tertunda itu. Sebelumnya lihat dulu ke awan sana, ada beberapa bintang yang tersenyum padamu. Ra, dulu lama sekali ketika aku mulai jalan-jalan ke beberapa kota aku bertemu de

Delapan Jam Di Bandung.

Image
Kali ini saya ingin bercerita tentang trip dadakan saya ke Bandung. Bandung lautan api, atau Bandung lautan asmara. Keduanya sama saja. Di era zaman awal kemerdekaan disebut Bandung lautan api. Setelah beberapa puluh tahun kemerdekaan dinamakan Bandung lautan asmara. Sebenarnya bukan itu fokus saya. baiklah, ini trip dadakan saya ke Bandung. Kata orang-orang sih Bandung itu dingin, masyarakatnya lembut, perempuannya cantik. Dan saya membuktikannya ketiga rahasia umum itu. Ceritanya begini, saya tidak ada niatan untuk pergi ke Bandung sebenarnya. Tapi karena ada seorang teman di sana saya memutuskan untuk ke Bandung. Sekedar menginjakkan kaki sana, itu niatan awal saya. Tidak ada perencanaan yang lama, hanya dalam waktu dua jam. Saya mempersiapkan dua baju, satu celana, dan dua lain-lain. Saya berangkat dari hotel, kebetulan menginap di hotel Jakarta, dengan memanfaatkan Go-Jek. Alasannya saya masih buta jalanan semrawut di ibukota. Nah, sesampai saya di Bandung saya di jemput oleh te