Posts

Showing posts from October, 2015

Ra, Dengarkanlah Saja XX

Image
Ra, kamu ingat tidak penggalan lagu iklan salah satu produk pembersih wajah kaum hawa suatu masa dulu. Kalau kamu lupa, boleh aku tirukan lagi, kira-kira begini, “Walau badai menghadang, ingatlah ku kan selalu setia menjagamu, berdua kita lewati jalan yang berliku tajam.” Kamu sudah ingat sekarang? Yang kamu perlu tahu, setiap aku memutar memori tentang lagu itu, aku selalu ingat jerawatmu 10 tahun yang lalu. Ah, Ra jangan kau pukul aku begitu, sakit tahu. Aku bercanda kok. Kamu mau tahu yang sebenarnya? Setiap aku mendengar lagu itu, aku secara teratur mengucapkan syukur kepada Tuhan atas pertemuan yang dihadiahkan untuk kita. kamu tentu sangat paham kan bagaimana kondisi emosional aku yang kadang-kadang tidak stabil. Sepertinya aku sudah menceritakannya sekali waktu di awal pertemuan kita. kamu sudah banyak mendewasakan aku dan yang lebih penting engkau punya andil dalam mendekatkan aku kepada Pencipta kita. Ya, itu yang paling penting, Ra. Terima kasih, Ra. Ra, aku teringat sat

Ra, Dengarkanlah Saja XIX

Image
Ra, aku cuma mau mengingatkan kalau hari ini sepuluh tahun yang lalu kita saling bertukar pandang. Kamu melihat ke arah barat aku melihat ke arah timur, lalu kornea mata kita berjumpa pada titik yang sama yaitu keyakinan dan keikhlasan. Kita membangun hubungan kala itu sangat tidak mudah. mulai dari sikap temperamen aku yang tidak karuan dan juga kadar kecemburuan kamu yang luar biasa. Aku bisa memaklumi itu, karena kita sama-sama berada pada ego masing-masing yang masih tinggi. Apalagi saat beberapa hari sebelum aku melamarmu, aku sempat kebingungan dan aku hendak ingin pergi lagi. Kamu ingat kan peristiwa bodoh itu. Terkadang aku memang benar-benar bodoh pada banyak hal, Ra. Harap maklumi saja ya. Ra, kamu tahu tidak berapa besar sikap respek aku terhadapmu ketika aku berjumpa denganmu dulu. Sikap respek ku terhadapmu sangat besar hingga aku tidak berani berbicara bertatap wajah denganmu. Aku tidak tahu mengapa itu terjadi. Mungkin kamu lebih dewasa daripada aku, Ra. Anggap saja beg